Tata Cara Melaksanakan Shalat Di Dalam Pesawat


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ - Assalamu'alaikum..Sahabat, Di era modern saat ini manusia memiliki mobilitas yang tinggi. Sarana transfortasi sudah sangat mudah baik di darat, di laut maupun udara. Namun sebagai seorang muslim, tentu hal ini tidak menjadi penghalang untuk melaksanakan ibadah shalat.

Pada kesempatan ini, tema yang akan disajikan adalah mengenai bagaimana tata cara melaksanakan shalat di dalam pesawat.

TATA CARA MELAKSANAKAN SHALAT DI DALAM PESAWAT

Pertanyaan.

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bagaimana seorang muslim melaksanakan shalat di dalam pesawat. Apakah lebih baik baginya shalat di pesawat di awal waktu ? Atau menunggu sampai tiba di airport, jika akan tiba pada akhir waktu shalat ?

Jawaban.

Yang wajib bagi seorang Muslim ketika sedang berada di pesawat, jika tiba waktu shalat, hendaknya ia melaksanakannhya sesuai kemampuannya. Jika ia mampu melaksanakannya dengan berdiri, ruku’ dan sujud, maka hendaknya ia melakukan demikian. Tapi jika ia tidak mampu melakukan seperti itu, maka hendaknya ia melakukan sambil duduk, mengisayaratkan ruku dan sujud (dengan membungkukkan badan). Jika ia menemukan tempat yang memungkinkan untuk shalat di pesawat dengan berdiri dan sujud di lantainya. maka ia wajib melakukannya dengan berdiri, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu” [At-Taghabun/64 : 16]

Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Imran bin Al-Hushain Radhiyallahu ‘anhu di kala ia sedang sakit.

صَلِّ قَائِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ

“Shalatlah dengan berdiri, jika kamu tidak sanggup maka dengan duduk, jika kamu tidak sanggup, maka dengan berbaring sambil miring” [HR Al-Bukhari dalam kitab shahihnya, kitab Taqshirus Sahalah 1117]

Dan diriwayatkan pula oleh An-Nasa’i dengan sanad yang shahih, dengan tambahan.

فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَمُستَلْقِيًا

“Jika kamu tidak sanggup, maka dengan berbaring terlentang”

Yang lebih utama baginya adalah shalat di awal waktu, tapi jika ia menundanya sampai akhir waktu dan baru melaksanakannya setelah landing, maka itupun boleh. Berdasarkan keumuman dalil-dalil yang ada. Demikian juga hukumnya di mobil, kereta dan kapal laut. Wallahu Waliyut Taufiq

[Fatawa MuhimahTata’allaqu Bish Shalah, hal 40-41, Syaikh Ibnu Baz]

[Disalin dari Kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashiriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisiy, Penerjmeah Musthofa Aini Lc. Terbitan Darul Haq]

Sumber : https://t.me/almanhajshalat

Selain tulisan di atas, berikut ini ada sebuah video ceramah Konsultasi Syariah: Tata Cara Shalat di Pesawat - Ustadz Ammi Nur Baits. Semoga bermanfaat :



Semoga Allah memudahkan kita untuk memahami kajian mengenai tata cara melaksanakan shalat di dalam pesawat diatas. Jazakumullah khoiron...
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Belum ada Komentar untuk "Tata Cara Melaksanakan Shalat Di Dalam Pesawat"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel