Bersalaman sesudah Shalat

Bersalaman sesudah Shalat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  - Sudah menjadi hal yang umum di Indonesia, ketika selesai shalat berjamaah di masjid, maka Jamaah akan saling bersalaman setelah salam. Bagaimanakah sebenarnya hukum bersalaman setelah salam didalam shalat ini? Apakah ini syariat yang diperintahkan atau dicontohkan oleh Rasulullah, atau bukan?

Hukum bersalaman setelah shalat

Pertanyaan.

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bagaimana hukum bersalaman setelah shalat, dan apakah ada perbedaan antara shalat fardhu dan shalat sunnah ?

Jawaban

Pada dasarnya disyariatkan bersalaman ketika berjumpanya sesama muslim, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam senantiasa menyalami para sahabatnya Radhiyallahu anhum saat berjumpa dengan mereka, dan para sahabat pun jika berjumpa mereka saling bersalaman, Anas Radhiyallahu anhu dan Asy-Sya’bi rahimahullah berkata : “Adalah para sahabat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam apabila berjumpa mereka saling bersalaman, dan apabila mereka kembali dari bepergian, mereka berpelukan”.

Disebutkan dalam Ash-Shahihain [1], bahwa Thalhah bin Ubaidillah Radhiyallahu anhu, salah seorang yang dijamin masuk surga, bertolak dari halaqah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam di masjidnya menuju Ka’ab bin Malik Radhiyallahu anhu ketika Allah menerima taubatnya, lalu ia menyalaminya dan mengucapkan selamat atas diterima taubatnya. Ini perkara yang masyhur di kalangan kaum Muslimin pada masa Nabi Shallallahu alaihi wa sallm dan setelah wafatnya beliau, juga riwayat dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda.

مَا مِنْ مُسْلِمِيْنَ يَلتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ تَحَاتَّتً عَنْهُمَا ذُنُوْبُهُمَا كَمَا يَتَحَاتٌ عَنِ الشَّجَرَةِ وَرَقُهَا

Tidaklah dua orang muslim berjumpa lalu bersalaman, kecuali akan berguguranlah dosa-dosa keduanya sebagaimana bergugurannya dedaunan dari pohonnya”. [2]

Disukai bersalaman ketika berjumpa di masjid atau di dalam barisan, jika keduanya belum bersalaman sebelum shalat maka bersalaman setelahnya, hal ini sebagai pelaksanaan sunnah yang agung itu disamping karena hal ini bisa menguatkan dan menghilangkan permusuhan.

Kemudian jika belum sempat bersalaman sebelum shalat fardhu, disyariatkan untuk bersalaman setelahnya, yaitu setelah dzikir yang masyru’. Sedangkan yang dilakukan oleh sebagian orang, yaitu langsung bersalaman setelah shalat fardu, tepat setelah salam kedua, saya tidak tahu dasarnya. Yang tampak malah itu makruh karena tidak adanya dalil, lagi pula yang disyariatkan bagi orang yang shalat pada saat tersebut adalah langsung berdzikir, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam setelah shalat fardhu.

Adapun shalat sunnah, maka disyariatkan bersalaman setelah salam jika sebelumnya belum sempat bersalaman, karena jika telah bersalaman sebelumnya maka itu sudah cukup.

(Fatawa Muhimmah Tatallqu Bish Shalah, hal. 50-52, Syaikh Ibnu Baz)

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]

Berikut penjelasan Ust. Firanda Andirja, MA terkait hukum bersalaman setelah salam didalam shalat. Bahwa pada dasarnya tidak ada sunnah atau contoh dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam maupun dari para sahabat yang bersalaman setelah shalat. Namun jikapun ada yang mengajak salaman setelah shalat maka tidak perlu ditolak.


Semoga bermanfaat dan mudah-mudahan Allah memudahkan dalam memahami artikel tersebut dan tentu saja kita semua mengharapkan taufik dan hidaya-Nya. Amiiiin.
______
Footnote
[1]. Al-Bukhari, Kitab Al-Maghazi 4418, Muslim kitab At-Taubah 2769
[2]. Abu Daud, Kitab Al-Adab 5211-5212, At-Turmudzi Kitab Al-Isti’dzan 2728, Ibnu Majah Kitab Al-Adab 3703, Ahmad 4/289, 303 adapun lafazhnya adalah : “Tidaklah dua orang Muslim berjumpa lalu bersalaman, kecuali keduanya akan diampuni sebelum mereka berpisah.
https://t.me/almanhajshalat

Belum ada Komentar untuk "Bersalaman sesudah Shalat"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel