Bacaan Niat Shalat Sesuai Sunnah

Bacaan Niat Shalat Sesuai Sunnah - Niat adalah salah satu syarat sah shalat. Setiap orang yang berwudhu, pergi ke masjid dan melakukan shalat, sudah pasti dia memiliki niat, karena niat tidak memerlukan tindakan, tidak perlu berpikir dan tidak perlu terus-menerus diingat.

Difinisi niat adalah sengaja melakukan shalat yang akan ia kerjakan dan menentukannya dengan hati, tidak disyari’atkan melafazhkannya.

Hendaklah orang yang ingin shalat meniatkan dan menentukan shalat yang hendak ia  kerjakan dengan hatinya, misalnya seperti (meniatkan) shalat Zhuhur, ‘Ashar, atau shalat sunnahnya [Talkhiish Shifat ash-Shalaah, karya Syaikh al-Albani, hal. 12].

Bacaan Niat Shalat Sesuai Sunnah

Bagaimana Bacaan Niat Shalat yang Sesuai Sunnah?

Tidak disyari’atkan mengucap niat karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengucapkannya. Jika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk shalat, beliau mengucapan, “Allaahu Akbar,” dan tidak mengucapkan apa pun sebelumnya.

Sebelumnya beliau tidak melafazhkan atau mengucapkan bacaan niat sama sekali, dan tidak pula mengucapkan, “Aku shalat untuk Allah, shalat ini, menghadap Kiblat, empat raka’at, sebagai imam atau makmum.” Tidak juga mengucapkan, “Tunai atau qadha’…”

Ini semua (melafazhkan / membaca niat) adalah bid’ah. Tidak seorang pun meriwayatkannya dengan sanad shahih atau dha’if, musnad atau pun mursal. Tidak satu lafazh pun. Tidak dari salah seorang Sahabat beliau, dan tidak pula dianggap baik oleh Tabi’in, ataupun Imam yang empat.
Jadi niat itu letaknya dalam hati dan tidak diucapkan. Inilah yang difatwakan oleh para ulama.

Al Qâdhî Abu Rabî’ Sulaimân bin Umar as-Syâfi’î rahimahullah mengatakan : “Mengucapkan niat dengan keras dan membaca al Fâtihah dibelakang imam dengan suara keras bukan pekerjaan sunat, tapi makruh. Jika hal itu mengganggu orang yang sedang shalat, maka hukumnya haram. Orang yang mengatakan bahwa mengucapkan niat itu termasuk sunat, maka orang itu keliru. Orang ini juga selain dia tidak boleh berbicara tentang agama Allah ini tanpa dasar ilmu.”[Lihat al Qaulul Mubîn Fî Akhthâ’il Mushallîn, Syaikh Mashûr Salmân, halaman 91]

Ibnu Abil Izzi rahimahullah menjelaskan bahwa niat tidak pernah diucapkan oleh imam yang empat, hanya sebagian ulama muta’khirîn mengatakan itu wajib.

Mereka mewajibkan karena salah memahami perkataan Imam as-Syâfi’î rahimahullah, yang berbunyi:

إِذَا نَوَى حَجًّا وَعُمْرَةً أَجْزَأَ وَإِنْ لَمْ يَتَلَفَّظْ وَلَيْسَ كَالصَّلاَةِ لاَ تَصِحُّ إِلاَّ بِالنُّطْقِ

Jika dia berniat berhaji dan umrah,maka itu sah meski tidak diucapkan, tidak sebagaimana shalat yang tidak shah kecuali dengan ucapan.

Imam Nawawi rahimahullah (salah seorang ulama besar pengikut imam as-Syâfi’î rahimahullah) mengatakan : “Ashâbunâ (kawan-kawan kami) mengatakan : Orang yang berpendapat seperti ini keliru. Perkataan Imam as Syâfi’î rahimahullah “Bin nuthqi” bukanlah maksudnya mengeraskan bacaan niat tapi maksudnya adalah (mengeraskan) Takbîratul ihrâm.” [Al Majmuu’ 3/243. Lihat al Qaulul Mubîn Fî Akhthâ’il Mushallîn, Syaikh Mashûr Salmân, hlm. 94]

Apakah Penentuan Shalat Disyariatkan Didalam Niat Shalat?

Ada perbedaan pendapat terkait penentuan shalat didalam niat. Sebagian ulama berpendapat bahwa kita harus berniat shalat yang kita kerjakan seperti shalat subuh, shalat dzuhur, ashar, maghrib atau isya. Dengan kata lain, bahwa niat shalat saja tidak cukup, disyaratkan juga untuk menentukan shalat apa. Jika kita tidak menentukan shalatnya, maka shalat kita tidak wajib.

Sebagian ulama juga berpendapat bahwa ketika kita berniat shalat, tidak perlu menentukan shalat tersebut, misalnya shalat dzuhur. Cukup dengan niat shalat fardu pada waktu waktu tersebut.
Misalnya ketika kita datang untuk shalat maghrib, kita cukup berniat mengerjakan shalat fardhu pada waktu tersebut (mahgrib). Pendapat ini lebih mudah dari pendapat pertama.

Merubah Niat Shalat

Assalamualaikum ustadz begini semalam di waktu isya saya merasa ada yang salah dalam ibadah shalat saya, saya merasa khilaf dan tidak sengaja karena saat saya mau shalat isya saya berniat dalam hati shalat magrib 3 rakaat tapi saya melakukan 4 rakaat dalam keadaan berjamaah di masjid, apakah hal tersebut sudah di anggap batal? dan apakah solusinya saya harus mengulangi shalat isya saya lagi dengan niat dan shalat yang benar???

Jawaban : Anda perlu mengulangi shalat anda mengingat anda telah salah dalam penentuan niat yang merupakan syarat sahnya shalat. Apabila anda di tengah-tengah shalat anda merubah kembali ke shalat Isya' sehingga anda melaksanakannya sebanyak empat rakaat itu juga tidak sah karena anda telah berpindah dari satu shalat tertentu ke shalat lain yang tertentu pula. Syaikh Utsaimin rahimahullah menerangkan:
Jenis kedua adalah perpindahan niat dari shalat tertentu ke shalat tertentu lainnya. Seperti seseorang berdiri melaksanakan Ashar namun tiba-tiba dia teringat bahwa dia belum melaksanakan shalat Dhuhur atau dia teringat bahwa dia belum berwudhu kemudian dia mengatakan sekarang saya meniatkan shalat ini menjadi shalat Dhuhur. Ini tidak sah  dihukumi sebagai shalat Dhuhur karena ini adalah perpindahan niat dari yang tertentu kepada yang tertentu pula. Ini juga tidak sah dihukumi sebagai shalat Ashar (yang itu adalah niat awalnya)  sebab ia memutus dan menggantinya dengan shalat Dhuhur. Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 12/457

Wallahu ta'ala a'lam

Mengubah Niat Shalat Fardu Menjadi Shalat Sunah


Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin menjelaskan tentang mengubah niat ketika shalat.

Ditinjau dari sebabnya, shalat dibagi menjadi dua macam:

Pertama, shalat mu’ayan (tertentu)

Semua shalat yang memiliki sebab tertentu. Misal: semua shalat 5 waktu, shalat rawatib, shalat sunah yang dikerjakan karena perbuatan tertentu, seperti tahiyatul masjid, setelah wudhu, dst. Termasuk juga shalat yang dikerjakan karena waktu tertentu, seperti shalat dhuha.

Kedua, shalat mutlak

Adalah shalat sunah yang tidak memiliki sebab tertentu. Ketika waktu luang di masjid atau tempat manapun, kemudian ada orang ingin shalat, maka shalat yang dia lakukan adalah shalat sunah mutlak.

Tentang perubahan niat shalat, ada 3 bentuk sebagai berikut:

a. Berubah niat dari shalat mu’ayan (tertentu) ke shalat mu’ayan yang lain, hukumnya tidak boleh.

Contoh: Adi tidak bisa shalat zuhur karena sedang di kendaraan. Adi baru bisa shalat di waktu asar. Ketika sampai rumah di waktu asar,  Adi shalat 4 rakaat dengan niat shalat asar. Di tengah-tengah shalat dia teringat belum shalat zuhur. Maka Adi tidak boleh tetap shalat dengan mengubah niatnya semula menjadi niat shalat zuhur. Namun Adi harus membatalkan shalatnya dan memulai shalat lagi dengan niat shalat zuhur.

b. Berubah niat dari shalat mutlak ke shalat mu’ayan, hukumnya tidak boleh.

Contoh: Ari shalat mutlak pada jam 9 pagi. Kemudian dia teringat bahwasanya ini adalah waktu untuk shalat dhuha, maka Ari tidak boleh mengubah niatnya menjadi shalat dhuha. Namun jika Ari ingin shalat dhuha, maka dia mulai shalat dari awal dengan niat shalat dhuha.

c. Berubah niat dari shalat tertentu ke shalat mutlak, hukumnya boleh dan shalat sah.

Contoh: Budi memiliki kebiasaan shalat sunah rawatib di rumahnya. Suatu ketika dia mengerjakan shalat sunah setelah isya di masjid. Ketika sampai rumah dia lupa kalau dia telah shalat sunah setelah isya. Kemudian Budi melakukan shalat 2 rakaat dengan niat shalat sunah setelah isya. Di tengah shalat dia teringat bahwa dia sudah shalat sunah setelah isya. Maka Budi boleh langsung mengubah niat shalatnya menjadi shalat mutlak.

(Liqa-at al-Bab al-Maftuh, volume 1, no. 15)

Demikian Sahabat muslim, pada intinya kita diwajibkan ber-niat ketika shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah. Akan tetapi niat tersebut adanya adalah didalam hati, tidak diucapkan atau di lafazhkan. Jadi tidak ada Bacaan Niat Shalat tertentu yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sahabat maupun para tabiin.

Wallahu ta'ala a'lam


Referensi :
https://t.me/almanhajshalat
https://konsultasisyariah.com/14105-mengubah-niat-ketika-shalat.html
http://www.salamdakwah.com/pertanyaan/6495-kesalahan-dalam-niat-shalat


Belum ada Komentar untuk "Bacaan Niat Shalat Sesuai Sunnah"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel